.

.

Friday, 15 January 2016

Story 2011.& nexttttt

It All About My Life.. http://aqimspanas.blogspot.com/

Thursday, 22 September 2011

luahan hatii

saya boleh teman awk
tp kenapa awak xboleh teman saya
saya boleh gembirakan awak
xkan awak xboleh nk gembirakan saya
kalau saya boleh cuba untuk ingin mendampingi awak
kenapa awak xboleh cuba untuk memahami saya
saya nk jgak teman wanita yg boleh sehidup semati ngan saya
bukan itu sahaja awak
saya nk buat awak jadi isteri saya 1 hari nanti
tertanam niat dilubuk hati saya ini
saya nk ada ikatan yg sah
tp apakan daya saya tiada apa-apa lagi
zaman sekarang tidak sama dengan zaman dahulu
ini yang mampu saya ungkapkan hari ini
mudah2han saya akan berjaya kemudian hari
saya nk mengayat tidak pandai
apatah lagi mengorat
apa yg mampu saya luahkan 
inilah,inilah,inilah
nk dikatakan blom bersedia lagi la nie
heeee,awak2 saya bagitahu
sebab saya nk sediakan 1 daerah yang paling indah dalam hati saya untuk awak seorang isteri...

Friday, 9 September 2011

keinsafan


Keinsafan,
Perasaan nan halus datang membelai jiwa,
Keinsafan,
Kehidupan dalam kegelapan masih boleh diterangi cahaya Ilahi,
Umpama layar perahu yang masih boleh dibaiki,
Keinsafan,
Dicipta untuk manusia yang dalam kesesatan,
Disedarkan dengan sentuhan naluri perasaan,
Keinsafan,
Memberiku jalan kedamaian dalam kehidupan,
Ku tadahkan kedua tangan memohon keampunan...
selamat....

Saturday, 30 July 2011

kerana aku sayang kamu


Diamku tak bererti aku membenarkan
Bukan juga mengiyakan apa saja yang kau lakukan
Bisingku tidak bererti aku menyalahkan
Bukan juga melukakan
Tapi kerana aku amat menyayangimu
Maka aku cuba sedaya yang termampu
Menarikmu bersama mencari keredhaan-Nya
Di bumi yg terbentang luas ini
Kerana sayangku kepadamu
Maka aku cuba... dan terus mencuba!
Aku tak mahu berjalan mencari cahaya seorang diri
Dan membiarkan kau tergapai-gapai dalam kegelapan
Andai aku jumpa jalan
Tak akan kubiar kau sesat mencari jalan pulang
Aku akan! Itu janjiku!
Tapi hari ini hatiku benar-benar terguris
Terguris dengan tindakanmu
Terguris dengan janji palsumu untuk bersama-samaku mencari cahaya
Dan hati ini tiba-tiba timbul rasa benci
Benci kepada manusia yang menarik kau kembali ke jalan yang gelap
Hampir saja hari ini aku mungkiri janjiku itu
Namun tiba-tiba aku sedar
Andai ku biar janjiku itu terkubur bersama amarahku
Aku sama saja sepertimu
Andai ku biar janjiku itu terkubur bersama amarahku
Pasti si durjana bersorak gembira atas kelemahan jiwa mujahid ini
Andai ku biar janjiku itu terkubur bersama amarahku
Pasti, pasti pemilik cahaya itu akan bertanya kepadaku
Mengapa aku biarkan kau dalam kegelapan?
Aku tak mahu berjumpa dengan pemilik cahaya itu keseorangan..
Tak mahu..!
Kerana aku sayang kamu..
Maka aku akan cuba..dan terus mencuba!
Walau sekeping hatiku ini akan terluka teruk
Aku akan terus mencuba
Kerana aku sayang kamu, sahabatku!

Thursday, 30 June 2011

BERKATA BAIK atau LEBIH BAIK DIAM, serta MEMULIAKAN TAMU

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”. [Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]
Kalimat “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat”, maksudnya adalah barang siapa beriman dengan keimanan yang sempurna, yang (keimanannya itu) menyelamatkannya dari adzab Allah dan membawanya mendapatkan ridha Allah, “maka hendaklah ia berkata baik atau diam” karena orang yang beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya tentu dia takut kepada ancaman-Nya, mengharapkan pahala-Nya, bersungguh-sungguh melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Yang terpenting dari semuanya itu ialah mengendalikan gerak-gerik seluruh anggota badannya karena kelak dia akan dimintai tanggung jawab atas perbuatan semua anggota badannya, sebagaimana tersebut pada firman Allah :
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya”. (QS. Al Isra’ : 36)
dan firman-Nya:
“Apapun kata yang terucap pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid”. (QS. Qaff : 18)
Bahaya lisan itu sangat banyak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:
“Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya”.
Beliau juga bersabda :
“Tiap ucapan anak Adam menjadi tanggung jawabnya, kecuali menyebut nama Allah, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran”.
Barang siapa memahami hal ini dan beriman kepada-Nya dengan keimanan yang sungguh-sungguh, maka Allah akan memelihara lidahnya sehingga dia tidak akanberkata kecuali perkataan yang baik atau diam.
Sebagian ulama berkata: “Seluruh adab yang baik itu bersumber pada empat Hadits, antara lain adalah Hadits “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam”. Sebagian ulama memaknakan Hadits ini dengan pengertian; “Apabila seseorang ingin berkata, maka jika yang ia katakan itu baik lagi benar, dia diberi pahala. Oleh karena itu, ia mengatakan hal yang baik itu. Jika tidak, hendaklah dia menahan diri, baik perkataan itu hukumnya haram, makruh, atau mubah”. Dalam hal ini maka perkataan yang mubah diperintahkan untuk ditinggalkan atau dianjurkan untuk dijauhi Karena takut terjerumus kepada yang haram atau makruh dan seringkali hal semacam inilah yang banyak terjadi pada manusia.
Allah berfirman :
“Apapun kata yang terucapkan pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid”. (QS.Qaaf : 18)
Para ulama berbeda pendapat, apakah semua yang diucapkan manusia itu dicatat oleh malaikat, sekalipun hal itu mubah, ataukah tidak dicatat kecuali perkataan yang akan memperoleh pahala atau siksa. Ibnu ‘Abbas dan lain-lain mengikuti pendapat yang kedua. Menurut pendapat ini maka ayat di atas berlaku khusus, yaitu pada setiap perkataan yang diucapkan seseorang yang berakibat orang tersebut mendapat pembalasan.
Kalimat “hendaklah ia memuliakan tetangganya…….., maka hendaklah ia memuliakan tamunya” , menyatakan adanya hak tetangga dan tamu, keharusan berlaku baik kepada mereka dan menjauhi perilaku yang tidak baik terhadap mereka. Allah telah menetapkan di dalam Al Qur’an keharusan berbuat baik kepada tetangga dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Jibril selalu menasehati diriku tentang urusan tetangga, sampai-sampai aku beranggapan bahwa tetangga itu dapat mewarisi harta tetangganya”.
Bertamu itu merupakan ajaran Islam, kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Sebagian ulama mewajibkan menghormati tamu tetapi sebagian besar dari mereka berpendapat hanya merupakan bagian dari akhlaq yang terpuji.
Pengarang kitab Al Ifshah mengatakan : “Hadits ini mengandung hukum, hendaklah kita berkeyakinan bahwa menghormati tamu itu suatu ibadah yang tidak boleh dikurangi nilai ibadahnya, apakah tamunya itu orang kaya atau yang lain. Juga anjuran untuk menjamu tamunya dengan apa saja yang ada pada dirinya walaupun sedikit. Menghormati tamu itu dilakukan dengan cara segera menyambutnya dengan wajah senang, perkataan yang baik, dan menghidangkan makanan. Hendaklah ia segera memberi pelayanan yang mudah dilakukannya tanpa memaksakan diri”. Pengarang juga menyebutkan perkataan dalam menyambut tamu.
Selanjutnya ia berkata : Adapun sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “maka hendaklah ia berkata baik atau diam” , menunjukkan bahwa perkatan yang baik itu lebih utama daripada diam, dan diam itu lebih utama daripada berkata buruk. Demikian itu karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya menggunakan kata-kata “hendaklah untuk berkata benar” didahulukan dari perkataan “diam”. Berkata baik dalam Hadits ini mencakup menyampaikan ajaran Allah dan rasul-Nya dan memberikan pengajaran kepada kaum muslim, amar ma’ruf dan nahi mungkar berdasarkan ilmu, mendamaikan orang yang berselisih, berkata yang baik kepada orang lain. Dan yang terbaik dari semuanya itu adalah menyampaikan perkataan yang benar di hadapan orang yang ditakuti kekejamannya atau diharapkan pemberiannya.
____________________
Diambil dari Hadits Arba’in An-Nawawi Dengan Syarah Ibnu Daqiqil ‘Ied , versi e-book, oleh Abu ‘Abdillah

bosan la..

erm2..hari nie amat bosan la..dowk saja pown tiada apa2 buat g kerja blik kerja..cri itu wang saja..mcm bosan plak la..erm2........aku mcm org lain jgak perlukan teman..teman pown xdew..dowk je sorg2..ada kawan pown mcm xdew..xnk pown temani aku dalam kesepian...hidup aku nie sebatang kara je..slamatlah syukurf aku ada keluarga yg bahagia....merekalah teman merekalah kekuatan..erm2..aku nk teman..agak payah bg aku untuk mencari teman waktu2 nie..lame jgaklah aku single..kadang2 aku cemburu jgak bila tgok org lain..erm tp aku buat xtaw jela,,sapelah aku nie an an an an..nk ckp aku jual mahal,,tidaklah,,aku nie ceria lek2 je orgnye..tp payah la untuk aku dapatkan teman..boring sangat..aku xtaw nk luahkan perasaan aku kt sape..aku ada bela burung..dorglah kawan aku,rajin jgak aku bersebang berckp ngan dowg..aku suke..dari ckp ngan org buat xtaw je,,,sekurang2 aku puas.....biarlah aku ckp ngan haiwan ngan tumbuh2han..merekalah tempat aku meluahkan rasa cinta ku.......aku sayang semua..aku syg mereka..kawan2 aku manalah kogr...xnk kawan ngan aku dah ke..kadang2 aku terasa ngan mereka..diam je..semua nk aku je kene mulakan..mcmlah aku nie ape..biarlah..asalkan mereka2 semua gembira..bila aku sepi mcm nie..xdds org yg nk temankan aku.....

Follow by Email